Keinenschrittzurueckmovie.com – Banjir masih jadi tema berat di awal 2026 bagi warga Kabupaten Gorontalo. Di Kecamatan Limboto Barat, banjir yang muncul akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai telah membawa dampak luas bagi ratusan jiwa dan fasilitas publik. Berikut gambaran lengkapnya supaya anda lebih paham kondisi terkini dan langkah penanganannya.
Read More : Kode Pos Tunggulo Limboto Barat
Lokasi dan Jumlah Korban
BPBD Kabupaten Gorontalo mencatat 146 kepala keluarga atau sekitar 453 jiwa terdampak banjir di dua desa, yakni Desa Tunggulo dan Desa Haya-Haya. Data ini merupakan hasil pendataan sementara setelah banjir terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026.
Banjir muncul karena curah hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Marisa meluap. Di Desa Tunggulo, kejadian semakin parah karena tanggul sungai yang sempat diperbaiki kembali jebol, sehingga air deras cepat menggenangi permukiman.
Dampak Langsung ke Rumah dan Fasilitas
Tidak hanya warga yang terdampak, banjir ini juga memberi pukulan pada infrastruktur sekitar:
Dampak di Desa Tunggulo
- Sekolah Lukmanul Hakim ikut terendam air banjir.
- Lahan sawah sekitar 40 hektare tergenang.
- Fasilitas pemerintahan desa dan satu masjid juga ikut terdampak.
Dampak di Desa Haya-haya
Aktivitas pendidikan terganggu karena sekolah SDN 12 Limboto Barat dan TK Anggrek Mekar ikut terendam. BPBD juga mencatat 120 rumah warga terendam banjir, meski tingkat kerusakannya masih dalam proses asesmen lanjutan.
Penanganan dan Respons dari BPBD
Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo, Udin Pango, menyebut pendataan terus dilakukan secara bertahap seiring turunnya permukaan air banjir. Beberapa langkah penanganan awal yang tengah difokuskan antara lain:
- Pendataan korban dan kerusakan secara terperinci
- Pembukaan akses jalan yang terputus
- Koordinasi lintas instansi pemerintah
Semua upaya ini dilakukan agar bantuan dapat segera disalurkan dan rencana pemulihan bisa berjalan lebih cepat.
Kondisi Bencana Secara Lebih Luas
Selain banjir di Limboto Barat, BPBD setempat juga mencatat kejadian tanah longsor di Kecamatan Telaga yang sempat menutup akses jalan karena material longsoran. Fenomena cuaca ekstrem seperti ini ternyata bukan hal tunggal di Gorontalo. Sejak akhir Desember 2025 hingga awal Januari 2026, curah hujan tinggi juga memicu banjir di sejumlah kecamatan lain di Kabupaten Gorontalo.
Bencana banjir di Limboto Barat membawa dampak nyata pada ratusan Warga Kabupaten Gorontalo dan fasilitas umum. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlangsung. Upaya BPBD bersama aparat desa dan kecamatan dalam pendataan, pemulihan akses, dan koordinasi lintas instansi menjadi kunci awal dalam mengurangi dampak jangka panjang.
