Keinenschrittzurueckmovie.com – Kasus dugaan kekerasan balita di Gorontalo akhirnya terungkap ke publik. Fakta yang muncul belakangan justru bikin miris. Keluarga korban mengaku sudah lama mencurigai adanya tindakan kekerasan yang di lakukan ayah kandung korban. Sayangnya, upaya penyelamatan tak kunjung berhasil hingga kondisi anak semakin memprihatinkan.
Read More : Kode Pos Limboto Gorontalo
Balita berusia 3 tahun itu kini menjadi perhatian serius aparat dan masyarakat setelah kasusnya di laporkan ke pihak kepolisian.
Keluarga Sudah Lama Curiga, Tapi Terkendala Bukti
Paman korban berinisial UH mengungkapkan bahwa dugaan penganiayaan sebenarnya sudah diketahui keluarga sejak lama. Menurutnya, anak tersebut sering menunjukkan tanda-tanda mencurigakan yang mengarah pada kekerasan fisik. Namun, kecurigaan itu sulit di tindaklanjuti karena tidak ada bukti kuat. “Dari dulu kami sudah tahu keponakan saya sering dipukul. Tapi kami belum punya bukti kuat untuk melapor,” ujar UH.
Situasi semakin rumit karena korban tinggal bersama terduga pelaku di Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo. Akses keluarga untuk menjangkau anak pun terbatas, sehingga pengawasan tidak bisa di lakukan secara langsung.
Upaya Penyelamatan Berulang Kali Gagal
UH menyebut, keluarga sebenarnya sudah beberapa kali mencoba mengambil kedua anak perempuan dari rumah ayah kandungnya. Namun, setiap kali didatangi, rumah tersebut selalu dalam keadaan kosong. “Kami sudah berulang kali datang mau ambil anak-anak, tapi setiap kami datang, rumahnya kosong,” ungkapnya.
Kondisi itu membuat keluarga kehilangan momentum untuk menyelamatkan korban lebih awal. Hingga akhirnya, situasi berubah setelah muncul bukti yang tak terbantahkan.
Rekaman Video Jadi Titik Balik Pengungkapan Kasus
Bukti kuat akhirnya didapat setelah ibu korban berinisial PM melakukan panggilan video dari luar Provinsi Gorontalo. Saat video call berlangsung, PM melihat langsung kondisi wajah anaknya yang penuh luka dan lebam.
“Setelah melihat kondisi anak lewat video call, kami tidak bisa menunda lagi. Dari situ kami pegang bukti,” kata UH. Berbekal rekaman tersebut, keluarga langsung melaporkan kasus dugaan kekerasan balita ke Polda Gorontalo pada Senin (5/1/2026) sekitar pukul 14.00 Wita.
Baca juga: Transportasi! Longsor Tutup Akses Jalan Lintas Gorontalo-manado, Arus Kendaraan Terhenti!
Polisi Amankan Terduga Pelaku
Menindaklanjuti laporan, aparat kepolisian segera mendatangi rumah terduga pelaku dan mengamankan ayah korban untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saat ditemukan, kondisi balita itu menunjukkan tanda-tanda kekerasan fisik serius, dengan luka, memar, dan lebam di wajah.
Kasus Kekerasan Balita di Gorontalo ini kini ditangani pihak kepolisian dan menjadi pengingat penting bahwa kekerasan terhadap anak bisa terjadi di lingkungan terdekat. Bahkan dalam keluarga sendiri.
