Keinenschrittzurueckmovie.com – Sensus burung air di Danau Limboto. Gorontalo menjadi salah satu kegiatan penting dalam rangkaian Asian Waterbird Census (AWC) yang di laksanakan secara global setiap tahunnya. Kegiatan ini bertujuan untuk memperbaharui data mengenai keberadaan dan populasi burung air yang hidup di danau tersebut. Sekaligus memberikan edukasi tentang pentingnya habitat bagi burung air dan keberagaman spesies di sekitar Danau Limboto.
Read More : Warga Limboto Rayakan Tradisi Tumbilotohe Dengan Meriah
Tujuan dan Metode Sensus Burung Air
Sensus burung ini di lakukan oleh sekelompok pegiat lingkungan dari Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (Biota) dengan melibatkan mahasiswa sebagai peserta. Mereka melakukan pengamatan di sisi timur laut Danau Limboto, menggunakan alat bantu. Baik itu binokuler, spotting scope, buku panduan, dan kamera berlensa tele.
Idham Ali, salah satu pegiat lingkungan yang terlibat dalam kegiatan ini, menjelaskan bahwa seluruh perjumpaan burung. Baik yang termasuk dalam kategori burung air maupun tidak, dicatat dengan cermat.
“Burung air merupakan jenis burung yang secara ekologis kehidupannya bergantung pada keberadaan lahan basah. Dengan melakukan sensus ini, kami dapat memantau keseimbangan ekosistem di Danau Limboto,” ujar Idham.
Keanekaragaman Burung di Danau Limboto
Selama sensus, para peserta berhasil mengidentifikasi berbagai jenis burung yang hidup di sekitar Danau Limboto. Beberapa di antaranya termasuk Phalacrocoracidae (pecuk), Ardeidae (kuntul, cangak, kowak), Anatidae (bebek, mentok, angsa), hingga Scolopacidae (gajahan). Selain itu, terdapat pula spesies yang langka dan dilindungi, seperti elang bondol (Haliastur indus) dan bambangan hitam (Ixobrychus flavicollis).
Tessa Mayang, salah satu peserta sensus dan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo, mengungkapkan pengalamannya saat pertama kali melakukan pengamatan. “Saya sangat terkesan melihat begitu banyak burung terbang di atas danau dan bertengger di patok kayu. Burung yang sedang berbiak memiliki warna bulu yang lebih terang dan memikat,” jelas Tessa.
Baca juga: Pertanian! Petani Limboto Merugi Akibat Serangan Hama Jagung, Minta Bantuan Pemerintah!
Edukasi dan Konservasi Burung di Danau Limboto
Sensus burung ini tidak hanya berfokus pada pendataan, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda, terutama mahasiswa. Para peserta tidak hanya belajar mengenal jenis-jenis burung, tetapi juga tentang pentingnya menjaga keberlanjutan habitat bagi spesies-spesies tersebut. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya konservasi untuk memastikan bahwa Danau Limboto tetap menjadi habitat yang aman bagi berbagai spesies burung air.
Dengan kegiatan seperti ini, harapannya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lahan basah dan keberagaman hayati semakin meningkat, serta mendorong tindakan nyata untuk melindungi lingkungan sekitar danau.
